Minggu, 21 Juni 2015

Kue Bolu

Kue Putri Ayu

Onde - Onde

 

Wajik Gula Aren


Menerima Pesanan Snack Hajatan, dll
Harga Terjangkau, dijamin puas
Hub : 085729006247

ELRA SERVIS
 
Melayani Jasa Servis Elektronik dan Pemasangan Parabola
Hub : 085640578983
Menerima Servis Panggilan




Kamis, 28 Mei 2015

kuliner


Monggo2 n Silahkan Gan ... yang datang dari arah timur kota pati menuju arah gembong dan sebaliknya jangan lupa mampir di "TERAS" kami kilometer 4 sebelah kiri jalan dari arah timur  ....
murah meriah cukup Rp 2.000, cukup menghilangkan dahaga...segerrr

Kamis, 10 April 2014

asal usul



Berdasar Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pati Nomor: 3 Tahun 1993 Tentang Semboyan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pati. Disanalah awal mula ditentukannya Semboyan Pati “BUMI MINA TANI” merupakan kepanjangan dan mempunyai maksud sebagai berikut:



B = Berdaya, adalah berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita.



U = Upaya, merupakan usaha masyarakat dalam mencapai cita-cita yang diharapakan.



M = Menuju, merupakan arah/ tujuan yang ingin dicapai sesuai identitas daerah.



I = Identitas Pati, merupakan ciri kekhususan yang sebenarnya, sehingga masyarakat dengan segala daya dan upaya ingin menemukan Jari Dirinya sendiri.



M = Makmur, merupakan cita-cita hidup yang diidam-idamkan seluruh bangsa yang sudah ada sejak bangsa itu lahir.



I = Ideal, merupakan harapan masyarakat yang diinginkan agar dicapai suatu keadaan yang selalu dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman.



N = Normatif, merupakan harapan masyarakat dan pemerintah yang ingin mencapai tata kehidupan senantiasa berpihak pada norma-norma yang berlaku.



A = Adil, merupakan cita-cita bangsa yang didambakan sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.



T = Tertib, suatu keadaan yang diharapakan yaitu tertib pemerintah dan tertib masyarakatnya sehingga kedua-duanya harus saling mendukung tanpa ada yang bertentangan.



A = Aman, adalah suatu keadaan dimana masyarakat benar-benar merasa aman dan merasa terlindungi dalam hidupnya sehari-hari sebagai warga masyarakat.



N = Nyaman, adalah suatu keadaan dimana masyarakat merasa enak, sejuk, sehat, dan segar sehingga memungkinkan masyarakat betah tinggal di lingkungannya.



I = Indah, juga sebagai cita-cita pendukung yaitu kondisi estetika dambaan masyarakat.

Minggu, 24 November 2013

Memiliki Pikiran Jernih

Bagaimana Memiliki Pikiran Jernih?

Saya sajikan 2 pra-syarat. Pertama, memiliki kebiasaan membaca buku. Anda harus menyisihkan waktu untuk  duduk dan membaca kalimat-kalimat yang disajikan dalam buku. Dengan kata lain, Anda belajar dan tidak berhenti belajar.

Ketika Anda kuliah, Anda belajar. Anda  banyak membaca buku yang ditugaskan para dosen. Bagaimana setelah selesai kuliah? Apakah Anda masih belajar?

Itu sebabnya, pelatihan-pelatihan baik yang diadakan di internal organisasi atau publik atau di mana saja, sangat penting sekalipun hasilnya tidak kelihatan seketika.

"Membaca buku atau belajar merupakan salah satu pra-syarat untuk memiliki pikiran jernih."

Kedua adalah penderitaan. Ini adalah pra-srayat lain untuk mewarisi pikiran jernih. Saya tidak mau mengatakan bahwa orang yang melalui penderitaan akan selalu berpikiran jernih. Banyak yang tidak belajar dari penderitaannya. Karakter unggul tidak selalu terbentuk sekalipun mengalami musibah atau penderitaan. Namun, melalui penderitaan atau kesulitanlah karakter-karakter unggul dibentuk. Apakah Anda termasuk sosok yang menerima prinsip ini?

Apa Dampak Pikiran Jernih Bagi
Putra-Putri Indonesia?

Dengan berpikiran jernih, Anda semakin mengerti untuk apa Anda hidup. Tujuan hidup Anda semakin terfokus.

Bila Anda seorang pengusaha misalnya, Anda akan mengerti apa artinya berbisnis. Tidak lagi sekedar berbisnis, tetapi berbisnis dengan tujuan yang jelas dan mulia, yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Anda semakin mengerti apa artinya budaya perusahaan yang unggul. Anda menciptakan wadah bagi pekerja untuk dapat memberikan sumbangsih yang positif kepada masyarakat lewat usaha Anda.
Bila Anda adalah karyawan, Anda akan memahami bahwa dengan mengabdi kepada perusahaan, Anda dapat memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara. Individu membentuk keluarga; keluarga membentuk masyarakat; masyarakat membentuk negara. Melalui perusahaanlah, yang merupakan bagian dari masyarakat, Anda akan berkontribusi kepada negara. Hanya dengan demikian Anda dapat memahami makna lagu Bagimu Negeri, yang digubah oleh Kusbini.      

      Padamu negeri kami berjanji
       Padamu negeri kami berbakti
          Padamu negeri kami mengabdi
        Bagimu negeri jiwa raga kami

Berpikiran Jernih Adalah Pilihan.